Politik dan strategi kekuasaan

Berbicara tentang politik, mungkin semua orang telah sering mendengar nya, bahkan hamper disetiap hari dan keadaan selalu dibarengin dengan politik. Di setiap media masyarakat selalu di cekokin dengan warna politik, padahal masyrakat sendiri belum tentu mengerti yang nama nya politik. Padahal, politik merupakan hal yang sudah tidak asing bagi kita. Sebagian orang mengatakan bahwa politik itu kejam, kenapa kejam? Karena politik tidak pernah mengenal kawan atau lawan, agar tujuannya tercapai maka cara apapun dilakukan. Sehingga akhirnya bias merugikan pihak lain.
Perlu diketahui bahwa politik itu ada yang bersifat bertahan hidup dan ada juga yang ingin memiliki kekuasaan, tapi mungkin harus ada pembenahan pemikiran terhadap masayarakat baik pengguna politik agar tidak menyalah gunakan politik itu dengan cara yang tidak baik. Baik kita akan coba bahasa pengertian politik itu terlebih dahulu. Secara etimologis, politik berasal dari kata Yunani polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi polites yang berarti warganegara, politeia yang berarti semua yang berhubungan dengan negara, politika yang berarti pemerintahan negara dan politikos yang berarti kewarganegaraan.
Politik merupakan upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki. Namun banyak pula yang beranggapan bahwa politik tidak hanya berkisar di lingkungan kekuasaan negara atau tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh penguasa negara. Dalam beberapa aspek kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik, baik politik dagang, budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya. Demikianlah politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (private goals). Politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan (individu).
Dapat kita ambil kesimpulan bahwa politik itu terbagi dua: Pertama berkelompok, yaitu sebuah kumpulan yang memiliki tujuan yang sama sehingga menyatukan kekuatan untuk mendapatkan/mencapai tujuan kekuasaan. Dalam hal ini bias kita melihat contoh yaitu PARPOL (Partai Politik) yang telah ada di Indonesia saat ini. Partai merupakan sarana yang dapat dipakai untuk berpolitik dan mendapatkan kekuasaan, dengan melalui PARPOL bias menjadi Presiden dan juga anggota dewan yang akan mengurus negeri ini, namun banyak hal yang disayangkan saat masuk kedalam dunia politik melalui PARPOL ini, banyak cara kotor yang dilakukan dengan mengatas namakan Partai, membuat partai di Indonesia semua mempunyai nama buruk ditelinga masyarakat. Banyak yang sudah menjadi contoh, korupsi di partai, suap dan berbagai macam jenis nya. Kedua yaitu Perorangan (Individu), dalam hal ini biasanya digunakan untuk bertahan hidup, dalam hal ini memang perlu  bantuan orang lain, namun tidak mustahil juga dilakukan dengan sendiri.
Tinggal kita yang menetukan politik itu baik atau buruk, hanya pelaku pilitik lah yang dapat menentukan baik buruk nya politik tersebut, semoga kita bias berpolitik dengan landasan pancasila dan UUD 45.

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalin jejak! Biar jejak nya melekat di sini :)